Sunday, September 8, 2024

Faktor-faktor yang menyebabkan stres:

 


Menurut De Cenzo dan Robbins (1999:440) ada dua faktor yang mempengaruhi
stres, yaitu:

  1. Individual: faktor individual bisa disebut sebagai faktor pribadi atau internal
    seseorang. Meliputi masalah keluarga, masalah ekonomi dan masalah
    kepribadian karyawan.
  2. Organisasional: berhubungan langsung dengan pekerjaan individu tersebut.
    Seperti beban kerja, tuntutan tugas, waktu kerja, kompensasi, konflik antar
    karyawan dan lain-lain.
    Sedangkan menurut Robbins (2003: 578), kondisi-kondisi yang menyebabkan
    stres disebut stressor. Ada tiga faktor utama yang menyebabkan stres, yaitu:
    a. Faktor Lingkungan
    Keadaan lingkungan yang tidak menentu dapat menyebabkan pengaruh
    pembentukan struktur organisasi yang tidak sehat terhadap karyawan. Dalam
    faktor lingkungan terdapat tiga hal yang dapat menimbulkan stres pada karyawan
    yaitu ekonomi, politik dan teknologi. Perubahan yang sangat cepat membuat
    karyawan harus dapat beradaptasi mengimbangi keadaan tersebut, dimana ketiga
    hal tersebut membuat karyawan akan cepat mengalami stres. Hal ini dapat terjadi,
    misalnya perubahan teknologi yang sangat cepat.
    Perubahan yang baru terhadap teknologi akan membuat keahlian seseorang dan
    pengalamannya tidak terpakai karena hampir semua pekerjaan dapat terselesaikan
    dalam waktu yang cepat, sehingga karyawan mengalami tingkat kecemasan
    dikarenakan ancaman untuk tidak dipakai lagi tenaganya atau di PHK. Keadaan
    politik seperti pelanggaran UU No. 13 tahun 2003 yang berisi tentang paraturan
    terhadap tenaga kerja Indonesia. Contoh-contoh pelanggaran yang sering terjadi di
    Indonesia terutama wanita meliputi: perusahaan tidak menyediakan antar jemput
    bagi pekerja wanitanya, waktu bekerja melebihi 7 jam dalam 1 hari, kurangnya
    transparansi dalam pengupahan, tidak adanya jaminan kehidupan, tidak adanya
    perlindungan dan lain-lain. Sedangkan dalam indikator ekonominya, stres pekerja
    dipicu jika keadaan ekonomi tidak stabil. Keadaan ekonomi yang tidak stabil
    menimbulkan gejolak sosial yang membuat keadaan lingkungan sekitar menjadi
    tidak aman. Seperti terjadinya demo, tuntutan turunnya harga sembako yang
    menutup jalan umum sehingga para pekerja terhambat dalam menjalankan
    tugasnya.
    b. Faktor Organisasi
    Di dalam organisasi terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan stres, yaitu
    role demands (tuntutan peran), interpersonal demands (tuntutan antar
    perseorangan), interpersonal demands (struktur organisasi) dan organizational
    leadership (kepemimpinan organisasi).
    Pengertian dari masing-masing faktor organisasi tersebut adalah sebagai berikut:
  3. Role demands (tuntutan peran): Tuntutan peran memicu tekanan pada pekerja
    jika peran dan fungsi pekerja dalam pekerjaannya tidak jelas. Role conflicts
    (peran konflik) menimbulkan harapan-harapan yang mungkin susah untuk
    didamaikan. Role overload (peran berlebih) adalah berpengalaman ketika
    pekerja diminta untuk melakukan sesuatu yang lebih. Role ambiguity (peran
    ambigu) timbul saat pengharapan peran tidak dimengerti dan pekerja tidak
    yakin akan apa yang mereka lakukan (Robbins, 2003: 579).
  4. Interpersonal demands (tuntutan antar perseorangan): Tekanan yang
    diciptakan oleh karyawan lainnya dalam organisasi. (Robbins, 2003: 580).
    Hubungan komunikasi yang tidak jelas antara karyawan satu dengan
    karyawan lainnya akan dapat menyebabkan komunikasi yang tidak sehat.
    Sehingga pemenuhan kebutuhan dalam organisasi terutama yang berkaitan
    dengan kehidupan sosial akan menghambat perkembangan sikap dan
    pemikiran antara karyawan satu dengan karyawan lainnya.
  5. Interpersonal demands (struktur organisasi): Mengartikan tingkat perbedaan
    dalam organisasi dimana keputusan tersebut dibuat dan jika terjadi
    ketidakjelasan dalam struktur pembuat keputusan atau peraturan maka akan
    dapat mempengaruhi kinerja seorang karyawan dalam organisasi (Robbins,
    2003: 580).
  6. Organizational leadership (kepemimpinan organisasi): Berkaitan dengan
    peran yang akan dilakukan oleh seorang pimpinan dalam suatu organisasi.
    Karakteristik pimpinan menurut The Michigan Group (Robbins, 2001: 316)
    dibagi dua yaitu karakteristik pemimpin yang lebih mengutamakan atau
    menekankan pada hubungan yang secara langsung antara pemimpin dengan
    karyawannya serta karakteristik pemimpin yang hanya mengutamakan atau
    menekankan pada hal pekerjaan saja.
  7. Task demands (tututan tugas): Faktor-faktor yang berhubungan langsung ke
    pekerjaan yang meliputi desain pekerjaan, kondisi pekerjaan, dan tata ruang
    pekerjaan. (Robbins, 2003: 579). Job design (desain pekerjaan) menurut
    Stoner, dkk (1996: 55) desain pekerjaan adalah pembagian kerja sebuah
    organisasi di antara para karyawannya. Sedangkan menurut James W. Walker
    (1992:261) work design involves specification of the activities, methodand
    relationship of jobs in order to satisfy performance requirement. Maksud dari
    dilakukannya desain pekerjaan adalah meningkatkan tantangan dan otonomi
    bagi karyawan yang melakukannya atau memberdayakan karyawan untuk
    melakukannya

No comments:

Post a Comment