Indikator stres kerja menurut Hasibuan (2014: 204) adalah sebagai berikut:
- Beban kerja, diukur dari persepsi responden mengenai beban kerja yang
dirasakan berlebihan. - Sikap pemimpin, diukur dari persepsi responden mengenai sikap perimpin yang
kurang adil dalam menberikan tugas. - Waktu kerja, diukur dari persepsi responden mengenai waktu kerja yang
dirasakan berlebihan. - Konflik, diukur dari persepsi responden mengenai konflik antara karyawan
dengan pimpinan. - Komunikasi, diukur dari persepsi responden mengenai komunikasi yang
kurang baik antar karyawan. - Otoritas kerja, diukur dari persepsi responden mengenai otoritas kerja yang
berhubugan dengan tanggung jawab.
Stres kerja dikatagorikan dalam beberapa aspek-aspek stress kerja oleh Beehr dan
Newman (1978) dalam Mauladi dan Dihan (2015), terdiri dari:
a. Aspek fisiologis
Indikator fisiologis yaitu indikator stres kerja yang ditunjukan pada simptoms
fisiologis. Penelitian dan fakta oleh ahli-ahli kesehatan dan kedokteran
menunjukan bahwa stress kerja dapat mengubah metabolism tubuh, menaikan
detak jantung, mengubah cara bernapas, meyebabkan sakit kepala dan serangan
jantung. Beberapa yang teridentifikasi sebagai symptoms Fisiologis adalah: - Meningkatnya tekanan darah, detak jantung, serta risiko potensial
terkena gangguan kardiovaskuler - Cepat merasakan lelah fisik
- Merasakan pusing kepala atau sakit kepala
- Merasakan otot yang tegang
- Mengalami gangguan pernapasan, termasuk sering marah
- Susah untuk tidur dan terjadi gangguan disaat akan tidur
- badan dan telapak tangan berkeringat dingin
b. Aspek psikologis, yaitu stress kerja akibat gangguan psikologis yaitu hubungan
yang erat dengan kondisi kerja. Simptoms yang terjadi pada aspek psikologis
akibat dari stress adalah : - Kecemasan, ketegangan
- Mudah marah, sensitive dan jengkel
- Kebingungan, gelisah
- Depresi, mengalami ketertekanan perasaan
- Kebosanan
- Tidak puas terhadap pekerjaan
- Menurunya fungsi intelektual
- Kehilangan kosentrasi
- Hilangnya kreativitas
- Tidak begairah untuk bekerja
c. Aspek behavioral atau tingkah laku. Yaitu stres kerja yang dialami karyawan
yang ditunjukkan dengan tingkah lakunya. Adapun ciri-ciri stres akibat tingkah
laku adalah: - Menghindari absensi
- Menurunnya produktivitas dan performasi
- Sering makan yang terlalu banyak atau sebaliknya
- Tindakan yang berlebihan
- Menurunnya hubungan karyawan dengan rekan kerjanya serta keluarga
- Kurang bergairah untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan orang
lain.
Selain itu stres kerja yang dirasakan karyawan dalam pekerjaan pada akhirnya
memunculkan gejala-gejala, yaitu gejala dari stres kerja itu sendiri karena secara
umum, stres kerja lebih banyak merugikan karyawan maupun perusahaan (Waluyo,
No comments:
Post a Comment