Sunday, September 8, 2024

Indikator Stres Kerja

 


Indikator stres kerja menurut Hasibuan (2014: 204) adalah sebagai berikut:

  1. Beban kerja, diukur dari persepsi responden mengenai beban kerja yang
    dirasakan berlebihan.
  2. Sikap pemimpin, diukur dari persepsi responden mengenai sikap perimpin yang
    kurang adil dalam menberikan tugas.
  3. Waktu kerja, diukur dari persepsi responden mengenai waktu kerja yang
    dirasakan berlebihan.
  4. Konflik, diukur dari persepsi responden mengenai konflik antara karyawan
    dengan pimpinan.
  5. Komunikasi, diukur dari persepsi responden mengenai komunikasi yang
    kurang baik antar karyawan.
  6. Otoritas kerja, diukur dari persepsi responden mengenai otoritas kerja yang
    berhubugan dengan tanggung jawab.
    Stres kerja dikatagorikan dalam beberapa aspek-aspek stress kerja oleh Beehr dan
    Newman (1978) dalam Mauladi dan Dihan (2015), terdiri dari:
    a. Aspek fisiologis
    Indikator fisiologis yaitu indikator stres kerja yang ditunjukan pada simptoms
    fisiologis. Penelitian dan fakta oleh ahli-ahli kesehatan dan kedokteran
    menunjukan bahwa stress kerja dapat mengubah metabolism tubuh, menaikan
    detak jantung, mengubah cara bernapas, meyebabkan sakit kepala dan serangan
    jantung. Beberapa yang teridentifikasi sebagai symptoms Fisiologis adalah:
  7. Meningkatnya tekanan darah, detak jantung, serta risiko potensial
    terkena gangguan kardiovaskuler
  8. Cepat merasakan lelah fisik
  9. Merasakan pusing kepala atau sakit kepala
  10. Merasakan otot yang tegang
  11. Mengalami gangguan pernapasan, termasuk sering marah
  12. Susah untuk tidur dan terjadi gangguan disaat akan tidur
  13. badan dan telapak tangan berkeringat dingin
    b. Aspek psikologis, yaitu stress kerja akibat gangguan psikologis yaitu hubungan
    yang erat dengan kondisi kerja. Simptoms yang terjadi pada aspek psikologis
    akibat dari stress adalah :
  14. Kecemasan, ketegangan
  15. Mudah marah, sensitive dan jengkel
  16. Kebingungan, gelisah
  17. Depresi, mengalami ketertekanan perasaan
  18. Kebosanan
  19. Tidak puas terhadap pekerjaan
  20. Menurunya fungsi intelektual
  21. Kehilangan kosentrasi
  22. Hilangnya kreativitas
  23. Tidak begairah untuk bekerja
    c. Aspek behavioral atau tingkah laku. Yaitu stres kerja yang dialami karyawan
    yang ditunjukkan dengan tingkah lakunya. Adapun ciri-ciri stres akibat tingkah
    laku adalah:
  24. Menghindari absensi
  25. Menurunnya produktivitas dan performasi
  26. Sering makan yang terlalu banyak atau sebaliknya
  27. Tindakan yang berlebihan
  28. Menurunnya hubungan karyawan dengan rekan kerjanya serta keluarga
  29. Kurang bergairah untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan orang
    lain.
    Selain itu stres kerja yang dirasakan karyawan dalam pekerjaan pada akhirnya
    memunculkan gejala-gejala, yaitu gejala dari stres kerja itu sendiri karena secara
    umum, stres kerja lebih banyak merugikan karyawan maupun perusahaan (Waluyo,

No comments:

Post a Comment