Nekoranec & Mosena dalam Saleh, Russeng & Tadjuddin, (2020)
mengutarakan Jenis stres, yakni sebagai berikut:
(1) Stres Dasar
Dalam kehidupan, stres dapat terjadi kapan saja bahkan ketika seseorang
dalam saat terbaik sekalipun. Stres dasar dapat terjadi karena adanya
ketegangan pada individu, emosional, maupun keluarga ataupun sosial.
Stres dasar umumnya dapat hilang dalam beberapa minggu.
(2) Stres Akut
Reaksi stres akut adalah suatu reaksi tubuh yang menjadi nyata atau
mengancam kesejahteraan seseorang, baik itu fisik atau psikologis.
(3) Stres Kumulatif
Ketika seseorang merasa stres tinggi bekerlanjutan orang tersebut dapat
menghasilkan respon kumulatif. Kumulatif dari stres ini dapat terus
berkembang seiring berjalannya waktu. Jenis stres ini dapat menjadi sebab
seseorang merasa tidak nyaman baik secara mental maupun fisik karena
terlalu sering. Sangat penting agar diketahui bahwa penderita stres ini
belum tentu akan memberatkan seseorang. Pengalaman yang dimiliki
kebanyakan orang adalah mereka tidak dapat mengendalikan kondisi
seseorang yang mengalami stres.
(4) Stres Insiden Kritis
Insiden Kritis didefinisikan sebagai peristiwa tiba-tiba dan tidak terduga
atau diluar rentang normal, menjadikan sesuatu tidak terkontrol, terlibatnya
persepsi terhadap ancaman kehidupan seperti hilangnya fisik maupun
emosional. Stres jenis ini biasanya terjangkit pada seseorang yang terkena
bencana alam, kecelakaan yang menyebabkan banyak korban, dan lain-
lainnya
No comments:
Post a Comment