Menurut Ivancevich, Matteson dan Konopaske (2007:309) suatu moderator adalah
suatu kondisi, perilaku, atau karakteristik yang mempengaruhi hubungan antara
kedua variabel. Dampaknya dapat memperlemah atau memperkuat hubungan
antar kedua variabel. Variabel-variabel tersebut berupa usia, jenis kelamin, dan
tingkat ketabahan. Tiga tipe moderator tersebut adalah:
a. Kepribadian
Istilah kepribadian merujuk pada serangkaian karakteristik, tempramen, dan
kecendrungan yang relatif stabil yang membentuk kemiripan dan perbedaan dalam
perilaku orang. 5 (lima) model kepribadian itu sendiri adalah:
- Extroversion adalah mereka lebih cenderung ramah, mudah bergaul, dan
memiliki jaringan pertemanan yang lebih luas. - Emotional stability adalah mereka yang lebih mungkin untuk mengalami
mood positif dan merasa diri dan pekerjaan mereka baik-baik saja. Mereka
cenderung tidak kewalahan oleh stres dan lebih cepat pulih dari stres. - Agreeableness adalah mereka yang cenderung bersifat antagonis, tidak
simpatik, dan bahkan kasar terhadap orang lain. - Consientiousness adalah kepribadian yang cenderung mengarah pada kinerja
dan keberhasilan seseorang. Semakin tinggi mereka memiliki nilai
conscientiousness maka mereka tidak mengalami stres dalam pekerjaan. Dan
sebaliknya, mereka yang memiliki nilai rendah dalam conscientiousness akan
menerima sedikit penghargaan atau bahkan kurang berhasil dalam karir karena
buruknya kinerja yang dimiliki. - Openess to experience adalah mereka yang memiliki nilai tinggi dalam
keterbukaan terhadap penalaman karena mereka lebih siap untuk memandang
perubahan sebagai suatu tantangan dan bukan ancaman.
b. Perilaku tipe A dan B
Meyer Friedman dan Ray Rosenman adalah dua ahli kardiologi dan peneliti yang
menemukan pola perilaku tipe A dan B. Pengertian dari pola perilaku A dan B
adalah sebagai berikut: - Pola perilaku A cenderung agresif, kompetitif, penuh energi, berbicara dengan
meledak-ledak, secara kronik berusaha untuk menyelesaikan sesuatu sebanyak
mungkin dalam waktu singkat, sibuk dengan tenggat waktu, berorientasi pada
pekerjaan, tidak sabar, tidak suka menunggu karena menganggap itu adalah
hal yang membuang waktu dan selalu berjuang dengan orang, hal dan
peristiwa. Tipe perilaku A adalah ketidaksabaran dan keramahan. Dan
cenderung mengalami serangan jantung koroner lebih banyak. - Pola perilaku B memiliki sifat yang tidak termasuk dalam pola perilaku A.
Pada umumnya tidak merasakan konflik yang menekan dengan waktu dan
orang.
c. Dukungan sosial
Hubungan sosial yang dimiliki individu dengan orang lain baik secara kualitas
maupun kuantitas memiliki dampak penting yang potensial. Dukungan sosial
didefinisikan rasa nyaman, bantuan atau informasi yang diterima seseorang
melalui kontak formal dan informal dengan individu atau kelompok, serta
berbentuk dukungan emosi (mengekspresikan kekhawatiran, meningkatkan harga
diri, mengindikasikan kepercayaan dan mendengarkan); dukungan penilaian
(menyediakan umpan balik dan afirmasi); dan dukungan informasi (memberikan
saran, memberikan nasehat dan pengarahan)
No comments:
Post a Comment