Stres memiliki 6 tahapan, yaitu sebagai berikut:
- Stres tahap I
Tahapan ini merupakan tahapan stres yang paling ringan, dan
biasanya disertai dengan perasaan-perasaan sebagai berikut:
a) Semangat bekerja besar, berlebihan (overacting)
b) Penglihatan tajam tidak sebagaimana biasa
c) Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari
biasanya, namun tanpa disadari cadangan energi dihabiskan
(allout) disertai rasa gugup yang berlebihan
d) Merasa senang dengan pekerjaannya itu dan semakin
bertambah semangat, namun tanpa disadari cadangan energi
semakin menipis. - Stres tahap II
Dalam tahapan ini dampak stress yang semula “ menyenangkan”
sebagaimana diuraikan pada tahap I diatas mulai menghilang, dan
timbul kehilangan keluhan-keluhan yang disebabkan karena cadangan
energy tidak lagi cukup sepanjang hari karena tidak cukup waktu
untuk istirahat.Istirahat antara lain dengan tidur dengan cukup
dengan manfaat untuk mengisi atau memulihkan cadamgan
energi yang mengalami pengurangan. Keluhan-keluhan yang sering
dikemukakan oleh seseorang yang berada pada stres tahap II adalah
sebagai berikut:
a) Merasa letih sewaktu bangun pagi, yang seharusnya merasa
segar
b) Merasa mudah lelah sesudah makan
siang c) Lekas merasa letih menjelang sore
hari
d) Sering mengeluh lambung atau perut tidak nyaman
e) Detakan jantung lebih keras saat biasanya (berdebar-debar)
f) Otot-otot punggung dan tengkuk terasa
tegang
g) Tidak bisa capek. - Stres tahap III
Bila seseorang itu tetap memaksakan diri dalam pekerjaannya tanpa
menghiraukan keluhan-keluhan sebagaimana diuraikan pada stres
tahap II diatas, maka yang bersangkutan akan menunjukkan keluhan-
keluhan yang semakin nyata dan mengganggu, yaitu:
a) Gangguan lambung dan usus semakin nyata, misalnya
keluhan seperti maag (gastritis), buang air besar tidak teratur (diare)
b) Ketegangan otot-otot semakin terasa
c) Perasaan ketidaktenangan dan emosional semakin
meningkat d) Gangguan pola tidur (insomnia)
e) Koordinasi tubuh terganggu (kepala terasa oyong dan serasa
mau pingsan). - Stres tahap IV
Tidak jarang seseorang pada waktu memeriksakan diri kedokter
sehubungan dengan keluhan-keluhan stres tahap III diatas, oleh dokter
dinyatakan tidak sakit karena tidak ditemukan kelainan-kelainan fisik
pada organ tubuhnya. Bila hal ini terjadi dan bersangkutan terus
memaksakan diri untuk bekerja tanpa mengenal istirahat, maka gejala
stres tahap IV akan muncul:
a) Untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat
sulit
b) Aktivitas pekerjaan yang semula menyenangkan dan
mudah diselesaikan menjadi membosankan dan terasa lebih sulit
c) Yang semula tanggap terhadap situasi menjadi
kehilangan kemampuan untuk merespon secara memadai (adequate)
d) Ketidakmampuan untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-
hari
e) Gangguan pola tidur disertai dengan mimpi-mimpi
yang menegangkan
f) Daya konsentrasi dan daya ingat menurun
g) Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak
dapat dijelaskan apa penyebabnya. - Stres tahap V
Bila keadaan berlanjut, maka seseorang itu akan jatuh dalam
stres tahap V yang ditandai dengan hal-hal berikut:
a) Kelelahan fisik dan mental semakin mendalam
b) Ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari
yang ringan dan sederhana
c) Gangguan sistem pencernaan semakin
berat
d) Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang
semakin meningkat, mudah bingung dan panik. - Stres tahap VI
Tahapan ini merupakan tahapan klimaks, seseorang mengalami
serangan panik (panic attack) dan perasaan takut mati. Tidak jarang
orang yang mengalami stres tahap IV ini berulang kali dibawa ke Unit
Gawat Darurat (UGD) bahkan ke Intensive Coronary Care Unit
(ICCU), meskipun pada akhirnya dipulangkan karena tidak ditemukan
kelainan fisik organ tubuh. Gambaran stres tahap IV ini adalah sebagai
berikut:
a) Debaran jantung teramat keras
b) Susah bernafas (sesak dan megap-
megap)
c) Sekujur badan terasa gemetar, dingin dan keringat
becucuran
d) Ketiadaan tenaga untuk hal-hal yang ringan
e) Pingsan
No comments:
Post a Comment