Sunday, September 8, 2024

Tahapan stres

 


Stres memiliki 6 tahapan, yaitu sebagai berikut:

  1. Stres tahap I
    Tahapan ini merupakan tahapan stres yang paling ringan, dan
    biasanya disertai dengan perasaan-perasaan sebagai berikut:
    a) Semangat bekerja besar, berlebihan (overacting)
    b) Penglihatan tajam tidak sebagaimana biasa
    c) Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari
    biasanya, namun tanpa disadari cadangan energi dihabiskan
    (allout) disertai rasa gugup yang berlebihan
    d) Merasa senang dengan pekerjaannya itu dan semakin
    bertambah semangat, namun tanpa disadari cadangan energi
    semakin menipis.
  2. Stres tahap II
    Dalam tahapan ini dampak stress yang semula “ menyenangkan”
    sebagaimana diuraikan pada tahap I diatas mulai menghilang, dan
    timbul kehilangan keluhan-keluhan yang disebabkan karena cadangan
    energy tidak lagi cukup sepanjang hari karena tidak cukup waktu
    untuk istirahat.Istirahat antara lain dengan tidur dengan cukup
    dengan manfaat untuk mengisi atau memulihkan cadamgan
    energi yang mengalami pengurangan. Keluhan-keluhan yang sering
    dikemukakan oleh seseorang yang berada pada stres tahap II adalah
    sebagai berikut:
    a) Merasa letih sewaktu bangun pagi, yang seharusnya merasa
    segar
    b) Merasa mudah lelah sesudah makan
    siang c) Lekas merasa letih menjelang sore
    hari
    d) Sering mengeluh lambung atau perut tidak nyaman
    e) Detakan jantung lebih keras saat biasanya (berdebar-debar)
    f) Otot-otot punggung dan tengkuk terasa
    tegang
    g) Tidak bisa capek.
  3. Stres tahap III
    Bila seseorang itu tetap memaksakan diri dalam pekerjaannya tanpa
    menghiraukan keluhan-keluhan sebagaimana diuraikan pada stres
    tahap II diatas, maka yang bersangkutan akan menunjukkan keluhan-
    keluhan yang semakin nyata dan mengganggu, yaitu:
    a) Gangguan lambung dan usus semakin nyata, misalnya
    keluhan seperti maag (gastritis), buang air besar tidak teratur (diare)
    b) Ketegangan otot-otot semakin terasa
    c) Perasaan ketidaktenangan dan emosional semakin
    meningkat d) Gangguan pola tidur (insomnia)
    e) Koordinasi tubuh terganggu (kepala terasa oyong dan serasa
    mau pingsan).
  4. Stres tahap IV
    Tidak jarang seseorang pada waktu memeriksakan diri kedokter
    sehubungan dengan keluhan-keluhan stres tahap III diatas, oleh dokter
    dinyatakan tidak sakit karena tidak ditemukan kelainan-kelainan fisik
    pada organ tubuhnya. Bila hal ini terjadi dan bersangkutan terus
    memaksakan diri untuk bekerja tanpa mengenal istirahat, maka gejala
    stres tahap IV akan muncul:
    a) Untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat
    sulit
    b) Aktivitas pekerjaan yang semula menyenangkan dan
    mudah diselesaikan menjadi membosankan dan terasa lebih sulit
    c) Yang semula tanggap terhadap situasi menjadi
    kehilangan kemampuan untuk merespon secara memadai (adequate)
    d) Ketidakmampuan untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-
    hari
    e) Gangguan pola tidur disertai dengan mimpi-mimpi
    yang menegangkan
    f) Daya konsentrasi dan daya ingat menurun
    g) Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak
    dapat dijelaskan apa penyebabnya.
  5. Stres tahap V
    Bila keadaan berlanjut, maka seseorang itu akan jatuh dalam
    stres tahap V yang ditandai dengan hal-hal berikut:
    a) Kelelahan fisik dan mental semakin mendalam
    b) Ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari
    yang ringan dan sederhana
    c) Gangguan sistem pencernaan semakin
    berat
    d) Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang
    semakin meningkat, mudah bingung dan panik.
  6. Stres tahap VI
    Tahapan ini merupakan tahapan klimaks, seseorang mengalami
    serangan panik (panic attack) dan perasaan takut mati. Tidak jarang
    orang yang mengalami stres tahap IV ini berulang kali dibawa ke Unit
    Gawat Darurat (UGD) bahkan ke Intensive Coronary Care Unit
    (ICCU), meskipun pada akhirnya dipulangkan karena tidak ditemukan
    kelainan fisik organ tubuh. Gambaran stres tahap IV ini adalah sebagai
    berikut:
    a) Debaran jantung teramat keras
    b) Susah bernafas (sesak dan megap-
    megap)
    c) Sekujur badan terasa gemetar, dingin dan keringat
    becucuran
    d) Ketiadaan tenaga untuk hal-hal yang ringan
    e) Pingsan

No comments:

Post a Comment