Untuk melaksanakan pembangunan kita
harus menginvestasikan modal sejak dilahirkan, manusia hidup dalam satu
lingkungan tertentunya yang menjadi wadah kehidupannya. Lingkungan tersebut
merupakan segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia baik bersifat material
dan non material juga meliputi yang hidup (biotik) maupun yang tidak hidup
(abiotik) dimana semua itu mempengaruhi, dan dipengaruhi oleh kehidupan manusia
sehingga membentuk suatu ekosistem (Soekanto, 1982).
Aspek lingkungan yang kritis di
kawasan pantai adalah masalah ekosistem yang kompleks. Daerah ini merupakan
tempat berbagai habitat tempat bersemi ikan laut, udang, kepiting, kerang dan
dan lain-lain. Di samping itu merupakan tempat hidup coral, rumput laut, burung dan lain-lain. Sebelum reklamasi dilaksanakan
perlu dipelajari dengan teliti dan mendalam mengenai ekosistem dari daerah
tersebut sehingga kerusakan dari ekosistem dapat terhindarkan atau dapat
diperkecil.
Disamping itu yang sering terjadi
dampak di kawasan pantai akibat pengaruh reklamasi pantai adalah banjir,
genangan dan abrasi. Banjir terutama disebabkan oleh air yang datang dari hulu
dan dalam waktu bersamaan terjadi pasang yang tinggi. Dimana tinggi hidraulik tidak
mencukupi untuk mengalirkan kelebihan air maka sistem drainase harus dilengkapi
dengan sistem saluran pompa air, tanggul dan waduk yang baik. (Departemen Pertambangan,
1996).
Dampak adalah suatu perubahan yang
terjadi sebagai akibat suatu kegiatan atau aktivitas. Menurut Dahuri dan Damar
(dalam Rosana 2004:43) bahwa dampak reklamasi ada 8 yaitu :
1) Reklamasi pantai dapat merusak habitat biota
dasar dan penurunan produktifitas biologis perairan.
2) Reklamasi akan merusak habitat dan ekosistem
mangrove sedangkan mangrove merupakan penghalang alami dari abrasi pantai,
daerah resapan air di pesisir, daerah nursery dan spawning ground.
3) Reklamasi dapat mengubah sediment budget dan
pola abrasi pantai dimana terbentuk daratan baru akan mengubah pola arus, hal
ini akan sangat terasa bila daratan yang dibentuk tidak sesuai dengan pola
daratan sebelumnya.
4) Reklamasi dapat meningkatkan frekuensi dan
besaran banjir karena terhambat sistem drainase ke laut.
5) Reklamasi merusak daerah sumber material karena
kegiatan penambangan juga menimbulkan masalah ekologis tersendiri pada lokasi
pengambilan material reklamasi.
6) Reklamasi pantai akan mengakibatkan adanya
bahaya pencemaran perairan.
7) Dampak lain dari reklamasi adalah hilangnya
daerah resapan air.
8) Reklamasi pantai dapat mengakibatkan gangguan
sosial ekonomi masyarakat dan nelayan traditional.
No comments:
Post a Comment