Teori pertukaran
dalam kepemimpinan adalah teori dimana pemimpin pemerintahan dalam mempengaruhi
bawahnnya memakai strategi take and given yaitu ketika atasan hendak memberikan
perintah maka selalu diutarakan bahwa bila berhasil akan dinaikkan gaji, atau sebaliknya
sebelum penerimaan suatu honor lalu pemimpin mengutarakan bahwa selayaknya
bawahan bekerja lebih rajin, dengan demikian akan menjadi bawahan yang tahu
diri.
Gaya
kepemimpinan dalam jurnal juga ditinjau dari Path goal theory leadership yaitu sebuah teori
kepemimpinan yang dikembangkan oleh House dalam Robbibs dan Judge (2009) yang
menyatakan bahwa terdapat dua variabel kontinjensi yang menghubungkan prilaku kepemimpinan
dengan hasil berupa kepuasan kerja dan kinerja yaitu variabel- variabel dalam lingkungan yang berada di
luar kendali karyawan (struktur tugas,sistem otoritas formal dan kelompok
kerja) serta variabel variabel yang merupakan bagian dari karakteristik
personal karyawan (locus of control, pengalaman dan kemampuan yang
dimiliki).
Dalam beberapa
peneliian, terdapat dua kondisi yang berbeda mengenai hubungan antara
keterikatan karyawan dengan gaya kepemimpinan. Pertama, keterikatan karyawan
memiliki hubungan negatif dengan gaya kepemimpinan jka pimpinan menerapkan gaya
kepemimpinan klasik atau transaksional. Namun pada pimpinan yang menerapkan
gaya kepemimpinan yang lebih visioner atau gaya kepemimpinan organik, keterikatan
karyawan memiliki korelasi yang positif dengan gaya kepemimpinan. Hal lain juga
menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan harus disesuaikan dengan tingkat usia
karyawan.
No comments:
Post a Comment