Menurut Mankiw (2010) pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh
mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat
pada suatu periode tertentu. Samuelson (1992) mendefinisikan pertumbuhan
ekonomi sebagai adanya perluasan atau peningkatan dari Gross Domestic Product
potensial/output dari suatu Negara. Bagi negara sedang berkembang peran serta
pemerintah menjadi cukup besar. Pengeluaran pemerintah akan mempengarui
aktivitas ekonomi, tidak saja karena pengeluaran ini mampu menciptakan berbagai
prasarana yang dibutuhkan dalam pembangunan, tetapi juga menjadi komponen dari
permintaan agregat yang peningkatannya mampu mendongkrak Produk Domestik Bruto
(PDB). Mankiw (2010) menyatakan bahwa produk domestik bruto sering dianggap sebagai
ukuran terbaik dari kinerja perekonomian. GDP dipandang sebagai pendapatan
total dari setiap masyarakat yang terlibat di dalam perekonomian atau sebagai
pengeluaran total atas output barang dan jasa perekonomian. Pos pendapatan
nasional membagi GDP menjadi empat pokok pengeluaran yaitu: konsumsi (C),
investasi (I), belanja pemerintah (G), Ekspor neto (NX). Dengan menggunakan
simbol Y untuk GDP, maka:
Y ≡ C + I + G + NX
Sehingga, GDP adalah
jumlah konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor neto.
Konsumsi terdiri dari barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. Investasi
terdiri dari barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa depan. Belanja
pemerintah adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah. Ekspor neto
adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi dengan
nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain.
Dalam
sudut pandang teori neoklasik investasi investasi (domestik maupun dari luar
negeri) akan memacu tingkat akumulasi modal yang artinya sama dengan penambahan
rasio modal-tenaga kerja dan pendapatan per kapita. Teori Harrod-Domar
selanjutnya menjelaskan mekanisme perekonomian yang mengandalkan peningkatan
investasi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Teori ini menyatakan
pentingnya tabungan untuk menambah atau menggantikan barang-barang modal yang
telah susut atau rusak. Oleh Solow kemudian teori tersebut dikembangkan dengan
menambahkan variabel tenaga kerja dan teknologi. Karena tingkat kemajuan
teknologi ditentukan secara eksogen, model neoklasik Solow terkadang juga
disebut sebagai model pertumbuhan “eksogen”.
Dari sudut
pandang ekonomi, pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan dua efek penting, yaitu
kemakmuran masyarakat meningkat dan penciptaan kesempatan kerja baru. Sehingga
dapat dikatakan setiap satuan pertumbuhan ekonomi juga dimaknai adanya tingkat
perbaikan kesejahteraan bagi rakyat dan mengurangi ketimpangan pendapatan. Jika
pemerintah merencanakan pertumbuhan ekonomi dalam tingkat tertentu maka dalam
menyusun APBN pemerintah dapat mengalokasikan sejumlah anggaran yang akan
digunakan dalam perbaikan kesejahteraan masyarakat.
No comments:
Post a Comment