Wednesday, January 4, 2023

Fungsi etika kerja Islam (skripsi, tesis, disertasi)

 


Etika kerja Islam yang telah diungkapkan oleh (Triyuwono, 2000) menjelaskan
bahwa tujuan etika menurut Islam adalah “menyebarkan rahman pada semua makhluk”.
Tujuan tersebut secara normatif berasal dari kenyakinan Islam dan misi sejati hidup
manusia. Pada hakikatnya tujuan ini tidak hanya terbatas pada kehidupan dunia individu
akan tetapi juga pada kehidupan setelah didunia ini. Dalam pencapaian tujuan tersebut
diperlukan aturan etik untuk memastikan bahwa upaya merealisasikan baik tujuan umat
maupun tujuan operatif dapat berjalan dengan baik dan benar.
Oleh sebab itu, orang yang memandang bahwa pekerjaan adalah sesuatu yang tidak
bermakna maka ia akan memberikan performance yang rendah dalam pekerjaannya. Suatu
pekerjaan yang sama akan mendapat perlakuan yang berbeda, hal ini tergantung
bagaimana seseorang memandang dan meyakini pekerjaannya. Allah SWT telah
memerintahkan kepada umatnya supaya bekerja dengan sebaik-baiknya karena akan
dilihat oleh Allah, Rasulnya dan orang-orang beriman.
“Dan katakanlah: ”bekerjalah kamu, maka Allah dan rasulNya serta orang-orang
mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang
mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah
kamu kerjakan, (Qs An-Najm:39-40).” Menurut Hidayat dan Tjahjono (2015) menjelaskan
bahwa dalam ayat ini terdapat nuansa psikologis bagi orang mukmin. Ayat tersebut
memberikan gambaran dalam bekerja bagi seorang muslim ketika bekerja.
Seseorang yang memiliki etika kerja yang tinggi akan merasa tidak tenang jika
beberapa hari tidak bekerja. Dalam Islam, iman menuntut adanya pembuktian nyata
melelui amal, amal adalah kerja. Maka etika kerja bagi seorang muslim akan
memunculkan mujahadah yaitu kesungguhan dalam mewujudkan cita-citanya. Sehingga
dapat bekerja sesuai dengan sember keyakinannya, etika bisa menjadi penggerak dalam
bekerja.
2. Komitmen afektif
Komitmen afektif yaitu merupakan bagian dari komitmen organisasional yang
mengacu pada sisi emosional dalam diri seseorang yang terkait dengan seseorang
karyawan yang memiliki komitmen afektif, jika seseorang memiliki komitmen afektif
yang baik dan kuat didalam tempat kerja maka hal tersebut berasal dari keinginan dalam
hatinya. Komitmen afektif muncul karena adanya kebutuhan dan juga adanya keterikatan
pada suatu organisasi tersebut.
Oleh sebab itu, komitmen organisasi merupakan salah satu dari aspek penting
tentang perilaku yang dapat dipakai sebagai evaluasi manajer dan karyawan terhadap
organisasi tempat bekerja. Komitmen organisasi adalah adanya kemauan atau keinginan
yang kuat dari anggota organisasi untuk tetap bekerja dan berada di suatu organisasi
tersebut dan timbulnya rasa senang terhadap organisasi, (Mayer and Allen, 1990).
Dalam suatu organisasi dibutuhkan adanya suatu komitmen antara anggota dengan
organisasi itu sendiri. Tanpa adanya komitmen dalam suatu organisasi sangat mustahi
organisasi dapat berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan yang diharapkan atau
diinginkan. Secara psikologis komitmen organisasi mempunyai dasar yang berbedabeda. Mayer and Allen (1991) menjelaskan bahwa komitmen organisasi adalah kondisi
psikologis tentang karakteristik suatu hubungan antara pekerja dengan organisasi serta
memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan untuk tetap melanjutkan
keanggotaannya dalam organisasi tersebut.
Komitmen organisasi menjelaskan tentang suatu sikap dalam penerimaan
keyakinan yang kuat terhadap nilai-nilai serta tujuan yang ada dalam organisasi, serta
adanya keinginan yang kuat untuk tetap berada dalam organisasi tersebut demi
tercapainya tujuan organisasi. Menurut Modway, Steer and Porter (1979) menjelaskan
bahwa dalam komitmen organisasi sebagian besar karyawan dalam mengidentifikasi
dirinya terhadap organisasi serta keikut sertaannya dalam organsasi tersebut. Oleh sebab
itu, dari beberapa pengertian dapat disimpulkan bahwa komitmen merupakan suatu sikap
yang memiliki keterlibatan, tanggung jawab, dan loyalitas karyawan yang tinggi pada
organisasi.
Menurut Mayer and Allen (1990) menjelaskan tentang tiga dimensi dalam
komitmen organisasi, diantaranya:
1) Affective commitment
Affective commitment berkaitan erat dengan sikap atau perilaku emosional
anggota terhadap organisasnya serta keterkaitan anggota anggota dengan kegiatan
dalam organisasi. Anggota yang memiliki affective commitment yang tinggi maka
akan terus menjadi bagian dari organisasi tersebut tanpa adanya paksaan tetapi pada
keinginan untuk itu. Komitmen afektif yaitu keinginan atau kemauan untuk tetap
terikat dan loyal terhadap organisasi baik secara emosional maupun psikologis.
2) Continuance commitment
Continuance commitment berhubungan dengan kesadaran anggota terhadap
organisasi jika meninggalkan tempat bekerja maka akan menimbulkan kerugian bagi
organisasinya. Organisasi yang memiliki continuance commitment yang tinggi maka
akan terus menjadi anggota dalam organisasi tersebut karena memiliki kebutuhan
yang timbul dari dalam dirinya. Komitmen kontinuen merupakan keinginan untuk
menjadi bagian dari anggota organisasi berdasarkan perhitungan untung dan rugi.
3) Normative commitment
Normative commitment menjelaskan tentang keterkaitan perasaan seseorang
untuk terus berada dalam organisasi. Anggota yang memiliki normative commitment
yang tinggi akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena merasa dirinya harus
tetap bertahan dalam organsasi tersebut. Komitmen normatif yaitu kesanggupan akan
tanggung jawab seseorang untuk tetap menjadi bagian dalam organisasi.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi
merupakan kemauan ata keinginan individu untuk tetap bertahan dalam menjadi anggota
organisasi, seta menerima nilai-nilai dan tujuan yang ada dalam organisasi., hal tersebut
di wujudkan dengan cara tetap berada dalam organisasi dan memberikan loyalitas yang
penuh sesuai dengan tujuan. Dengan adanya komitmen organisasi yang baik maka akan
berdampak positif pada hasil organisasi serta mencegah berkurangnya itensitas anggota
yang ingin keluar dari organisasi tersebut

No comments:

Post a Comment