Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Zimmerman (1989)
ditemukan empat belas strategi self-regulated learning sebagai berikut:
1. Evaluasi terhadap diri (self-evaluating)
Merupakan inisiatif peserta didik dalam melakukan evaluasi terhadap
kualitas dan kemajuan pekerjaannya.
2. Mengatur dan mengubah materi pelajaran (organizing and transforming).
Peserta didik mengatur materi yang dipelajari dengan tujuan meningkatkan
efektivitas proses belajar. Perilaku ini dapat bersifat covert dan overt.
3. Membuat rencana dan tujuan belajar (goal-setting and planning)
Strategi ini merupakan pengaturan peserta didik terhadap tugas, waktu,
dan menyelesaikan kegiatan yang berhubungan dengan tujuan tersebut.
4. Mencari informasi (seeking information)
Peserta didik memiliki inisiatif untuk berusaha mencari informasi di luar
sumber-sumber sosial ketika mengerjakan tugas.
5. Mencatat hal penting (keeping record and monitoring)
Peserta didik berusaha mencatat hal-hal penting yang berhubungan
dengan topik yang dipelajari.
6. Mengatur lingkungan belajar (environmental structuring)
Peserta didik berusaha mengatur lingkungan belajar dengan cara tertentu
sehingga membantu mereka untuk belajar dengan lebih baik.
7. Konsekuensi setelah mengerjakan tugas (self-consequating)
Peserta didik mengatur atau membayangkan reward dan punisment bila
sukses atau gagal dalam mengerjakan tugas atau ujian.
8. Mengulang dan mengingat (rehearsing and memorizing)
Peserta didik berusaha mengingat bahan bacaan dengan perilaku overt dan
covert.
9. Meminta bantuan teman sebaya (seek peer assistance)
Bila menghadapi masalah yang berhubungan dengan tugas yang sedang
dikerjakan, peserta didik meminta bantuan teman sebaya.
10. Meminta bantuan guru/pengajar (seek teacher assistance)
Bertanya kepada guru di dalam atau pun di luar jam belajar dengan tujuan
untuk dapat membantu menyelesaikan tugas dengan baik.
11. Meminta bantuan orang dewasa (seek adult assistance)
Meminta bantuan orang dewasa yang berada di dalam dan di luar
lingkungan belajar bila ada yang tidak dimengerti yang berhubungan
dengan pelajaran.
12. Mengulang tugas atau test sebelumnya (review test/work)
Pertanyaan-pertanyaan ujian terdahulu mengenai topik tertentu dan tugas
yang telah dikerjakan dijadikan sumber infoemasi untuk belajar.
13. Mengulang catatan (review notes)
Sebelum mengikuti tujuan, peserta didik meninjau ulang catatan sehingga
mengetahui topik apa saja yang akan di uji.
14. Mengulang buku pelajaran (review texts book)
Membaca buku merupakan sumber informasi yang dijadikan pendukung
catatan sebagai sarana belajar. Landasan teori dari self regulated learning
yang akan digunakan menjadi alat ukur ialah keempat belas strategi selfregulated learning dari penjelasan di atas.
Zimmerman (1990) mengatakan bahwa self-regulated learning merupakan
suatu konsep mengenai bagaimana seseorang menjadi pengatur bagi kegiatan
belajarnya sendiri. Self-regulated learning merupakan proses dimana seseorang
dapat mengaktifkan dan mendorong pemikiran (kognisi), perasaan (afeksi) dan
tindakan (aksi) yang telah direncanakan secara sistematis dan berulang yang
berorientasi untuk mencapai tujuan pribadi.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang
dimaksud dengan strategi self-regulated learning dalam penelitian ini adalah
evaluasi diri terhadap kemajuan tugas, mengatur materi pelajaran, membuat
rencana dan tujuan belajar, mencari informasi, mencatat hal-hal penting, mengatur
lingkungan, konsekuensi diri setelah mengerjakan tugas, mengulang dan
mengingat, mencari bantuan sosial, meninjau kembali catatan, tugas, tes atau
materi sebelumnya
No comments:
Post a Comment