Menurut Erna (2007), terdapat lima tipe dan bentuk strategi outsourcingberdasarkan aktivitas yang di-outsource dan bentuk hubungan yang dijalankan, yaitu: 1. Secondary services.Dalam tipe ini perusahaan hanya meng-otsource aktivitas jasa yang bersifat sekunder seperti jasa catering dan cleaning service, sementara semua aktivitas lainnya terutama aktivitas produksi tetap dilaksanakan di dalam perusahaan. 2. Contingent Workers.Fokus dari outsourcing tipe ini adalah perusahaan mengurangi jumlah karyawan untuk meningkatkan efisiensi dengan cara hanyamerekrut karyawan tetap untuk aktivitas inti pada kapasitas normal. Jika terjadi peningkatan aktivitas melebihi kapasitas maka perusahaan merekrut tenaga lepasyang bersifat temporer. 3. Subsidiary Network.Dalam tipe ini, perusahaan memecah struktur organisasi tradisional mereka dengan cara memisahkan beberapa unit bisnis yang independent dan berdiri sendiri sehingga unit bisnis tersebut lebih fleksibel, efisien, inovatif, dan tidak birokratis. 4. Collaborative Relationship with competitors.Pada tipe ini, dua perusahaan yang merupakan penting satu sama lain menggabungkan sumber dayanya untuk melaksanakan proyek tertentu seperti proyek riset/penelitian. Kerja sama inimembagi risiko bisnis dan memperkuat posisi mereka di pasar. Dalam jangkapanjang kerja sama ini akan memberikan manfaat seperti inovasi yang cepat dan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan jika mereka menjalankan bisnisnya secara terpisah. 5. Outsourcing All but the “Core”.Tipe ini merupakan bentuk yang paling sempurnadari outsourcing dimana perusahaan menggunakan perusahaan lain untuk melaksanakan hampir semua aktivitas mereka kecuali core activities
No comments:
Post a Comment