Dalam melakukan pekerjaan seorang karyawan pasti akan merasakan kepuasan
dan ketidakpuasan dalam bekerja. Kepuasan kerja adalah perasaan puas atas rasa
pencapaian yang diperoleh seorang karyawan dari pekerjaannya, sedangkan
ketidakpuasan kerja adalah keadaan emosional yang tidak menyenangkan pada
pekerjaannya sehingga menghambat pencapaian nilai pekerjaan seseorang yang
menimbulkan perilaku yang negatif. Dalam Kurniawan (2016:66) menurut Robbins
dampak yang timbul dari kepuasan kerja terdiri dari hal-hal dibawah ini :
1) Kepuasan dan Produktivitas
Kepuasan kerja berkorelasi positif dengan produktivitas, artinya kepuasan kerja
yang lebih tinggi mengarah ke produktivitas karyawan yang lebih tinggi.
Hubungan akan lebih kuat bila karyawan tidak terpengaruh oleh faktor-faktor
eksternal, misalnya pekerjaan yang sangat bergantung pada mesin. Tingkat
pekerjaan yang turut mempengaruhi kekuatan hubungan antara kepuasan kerja
dan produktivitas.
2) Kepuasan kerja dan Turnover
Hubungan kepuasan kerja dan turnover bersifat negatif, dengan kekuatan
hubungan yang moderat atau tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah. Ada faktor
lain yang menentukan hubungan antara kepuasan kerja dan turnover seperti usia,
komitmen terhadap organisasi, kondisi perekonomian secara umum, dan kondisi
pasar tenaga kerja.
3) Kepuasan kerja dengan tingkat absensi (kemangkiran)
Kekuatan hubungan kerja dengan tingkat absensi dipengaruhi oleh bagaimana
karyawan memandang pekerjaan mereka, apakah mereka menganggap pekerjaan
mereka penting atau tidak. Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah apakah
suatu organisasi memiliki kebijakan pemotongan upah jika karyawan tidak hadir
No comments:
Post a Comment