Menurut Rosyiana (2019:62) pada variabel Perceived Organizational Support
terdapat tiga indikator, diantaranya:
1) Keadilan yaitu keadilan prosedural yang menyangkut mengenai cara yang
digunakan untuk memperlakukan karyawan dengan bermartabat dan hormat.
2) Dukungan dari atasan yaitu sejauhmana seorang atasan mempunyai tanggung
jawab untuk mengarahkan dan mengevaluasi kinerja karyawan. Dengan melalui
tanggung jawab tersebut, karyawan akan mengembangkan pandangan umum
tentang sejauh mana atasan menilai kontribusi mereka dan peduli terhadap
kesejahteraan mereka.
3) Penghargaan Organisasi dan Kondisi Kerja yaitu seorang karyawan akan
mengembangkan kepercayaan umum mereka sejauhmana mereka merasa bahwa
organisasi siap untuk menghargai usaha mereka, untuk memenuhi kebutuhan
sosial dan emosional mereka dan kesejahteraan.
Bentuk dari penghargaan organisasi dan kondisi pekerjaan ini adalah sebagai
berikut :
a) Gaji, bonus/tunjangan, dan promosi. Sesuai dengan teori dukungan organisasi,
kesempatan untuk mendapatkan hadiah (gaji, bonus/tunjangan, dan promosi) akan
meningkatkan kontribusi pegawai dan akan meningkatkan perceived
organizational support.
b) Keamanan dalam bekerja. Adanya jaminan bahwa organisasi ingin
mempertahankan keanggotaan dimasa depan memberikan indikasi yang kuat
terhadap perceived organizational support.
c) Kemandirian. Dengan kemandirian, berarti adanya kontrol akan bagaimana
pegawai melakukan pekerjaan pegawai. Dengan berorganisasi menunjukkan
kepercayaan terhadap kemandirian pegawai untuk memutuskan dengan bijak
bagaimana pegawai akan melaksanakan pekerjaan, akan meningkatkan perceived
organizational support.
d) Peran stressor. Stress mengacu pada ketidakmampuan individu mengatasi
tuntutan dari lingkungan. Stres terkait dengan tiga aspek peran pegawai dalam
organisasi yang berkorelasi negative dengan perceived organizational support,
yaitu : tuntutan yang melebihi kemampuan pegawai bekerja dalam waktu tertentu,
kurangnya informasi yang jelas tentang tanggung jawab pekerjaan, dan adanya
tanggung jawab yang saling bertentangan.
e) Pelatihan. Pelatihan suatu organisasi harus dapat memberikan pelatihan kepada
karyawan untuk meningkatkan kemapuan karyawan, serta dalam bekerja suatu
pelatihan dapat dilihat sebagai investasi pada pegawai yang nantinya akan
meningkatkan perceived organizational support.
No comments:
Post a Comment