Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan suatu yang bersifat individual. Setiap
individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda tergantung dari sistem nilai
yang diterapkan.Semakin tinggi penilaian terhadap kegiatan yang dirasakan sesuai
dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi kepuasan terhadap kegiatan
tersebut. Menurut Handoko (dalam Sutrisno, 2017:75) kepuasan kerja adalah keadaan
emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi para karyawan
memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaaan seseorang
terhadap pekerjaannya. Ini tampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan
dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.
Kemudian menurut Afandi (2018:74) kepuasan kerja adalah sikap yang positif
dari tenaga kerja meliputi perasaan dan tingkah laku terhadap pekerjaannya melalui
penilaian salah satu pekerjaan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah satu
nilai-nilai penting pekerjaan. Menurut Robbins (diterjemahkan oleh Wibowo, 2017:
170) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu sikap umum terhadap pekerjaan
seseorang sebagai perbedaan antara banyaknya ganjaran yang diterima pekerja dengan
banyaknya ganjaran yang diyakini seharusnya diterima.
Selanjutnya menurut pendapat ahli lainnya, Martoyo (dalam Dede et.al,
2017:33) menyatakan kepuasan kerja merupakan keadaaan emosional karyawan
dimana terjadi ataupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa karyawan dari
perusahaan/organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan oleh
karyawan yang bersangkutan.
No comments:
Post a Comment