Monday, December 24, 2018

Tujuh Alat Dalam Pengendalian Kualitas (skripsi dan tesis)



Ada tujuh alat yang secara umum dan populer dipakai dalam pengendalian kualitas untuk mengolah data dan menganalisa data sebelum masalah dipecahkan (Gasperz, 1998), yaitu :
1. Check Sheet
2. Histogram
3. Diagram Pareto
4. Fishbone Diagram ( Diagram sebab akibat)
5. Stratifikasi (Pengelompokan)  
6. Scatter Diagram (Diagram Pencar)
7. Control Chart (Peta Kontrol)

Variasi (skripsi dan tesis)



Variasi adalah bagian dari proses. Variasi adalah ketidakseragaman dalam sistem produksi atau operasional sehingga menimbulkan perbedaan dalam kualitas pada produk atau jasa yang dihasilkan (Gaspersz, 1998). Variasi output produk atau jasa dari sebuah proses dapat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu :
1. Faktor umum
1.)Bahan baku
2.)Peralatan dan teknologi
3.)Manusia
4.)Sarana fisik
2. Faktor khusus
1.)Persaingan pasar
2.)Tujuan perusahaan
3.)Pengujian produk dan desain produk
4.)Kualitas bahan bsku
5.)Proses produksi
6.)Perawatan peralatan
7.)Standar kualitas
8.)Feedback konsumen

Tujuan dan Manfaat Pengendalian Kualitas (skripsi dan tesis)



Fungsi sistem pengendalian kualitas ini dapat dicapai melalui berbagai pengukuran, diantaranya : perencanaan, perancangan, penggunaan peralatan dengan prosedur yang tepat, inspeksi, dan mengambil tindakan perbaikan dalam suatu kasus penyimpangan yang ditemui dalam produk, proses pengeluaran dari standar yang telah ditetapkan. 
Tujuan dari pengendalian kualitas adalah sebagai berikut :
1. Pengawasan terhadap kualitas produk sehingga barang yang dibuat sesuai dengan yang diharapkan.
2. Untuk mengetahui apakah segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana.
3. Untuk mengetahui apakah rencana sudah berjalan sesuai dengan rencana melalui instruksi-instruksi serta prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.
4. Untuk mengetahui kelemahan dan kesulitan serta jangan sampai terulang lagi
5. untuk mengetahui apakah segala sesuatu berjalan dengan efisien dan apakah mungkin dapat diadakan perbaikan.
Beberapa manfaat pengendalian kualitas menurut Mitra (1993) adalah sebagai berikut :
1.           Meningkatkan kualitas produk atau jasa.
2. Sistem secara terus menerus akan dievaluasi dan dimodifikasi agar memenuhi perubahan kebutuhan pada  pelanggan.
3. Meningkatkan produktivitas suatu perusahaan.
4. Mengefisiensikan pengeluaran biaya jangka panjang.
5. Mengurangi waktu produksi sehingga akan meningkatkan ketepatan waktu pengiriman.
6. Sistem pengendalian kualitas memelihara peningkatan pada lingkungan dimana setiap individu akan bejuang untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas.


Pengertian Pengendalian Kualitas (skripsi dan tesis)



Prosedur untuk mencapai target kualitas industri yang diinginkan dinamakan pengendalian kualitas (Feigenbaum, 1991). Pengendalian dalam dunia industri dapat diartikan sebagai sebuah proses penyerahan tanggung jawab dan kekuasaan pada aktivitas manajemen dalam kepengurusan dengan artian dengan menggunakan cara-cara untuk menjamin hasil yang memuaskan. Secara umum, pengendalian kualitas dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem yang digunakan untuk menjaga level kualitas yang diinginkan pada produk atau jasa. Hal ini dapat dicapai melalui bermacam pengukuran seperti perencanaan, desain, penggunaan peralatan dan prosedur yang benar, inspeksi, dan mengambil tindakan koreksi jika terjadi penyimpangan yang diamati antara  produk, jasa, atau hasil proses dengan standar tertentu (Mitra, 1993).


Pengertian Kualitas (skripsi dan tesis)



Beberapa pengertian kualitas menurut beberapa pendapat adalah sebagai berikut :
1.      Menurut Juran (1974)
Kualitas adalah kepuasan untuk dipakai, sedangkan Crosby (1979) mendefinisikan kualitas adalah kesesuaian terhadap permintaan atau spesifikasi.
2.   Menurut Mitra (1993)
Kualitas sebuah produk atau jasa adalah kesesuaian produk atau servis tersebut untuk memenuhi atau melebihi maksud kegunaannya seperti yang diminta oleh pelanggan.
3.    Menurut Reksohadiprojo (1995).
Kualitas adalah ukuran seberapa dekat suatu barang atau jasa sesuai dengan standar tertentu, standar mungkin berlainan dengan waktu, bahan, kinerja, kehandalan atau karakteristik (obyektif dan dapat diukur)yang dapat dikuantifikasikan.
4.     Menurut perbendaharaan istilah ISO 842 dan dari standar nasional Indonesia (SNI 19-8402-1991)
Kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kempuannya dapat memuaskan kebutuhan baik yang dinyatakan tegas maupun samar.

Pengertian dalam kontek statistical process control adalah bagaimana baiknya suatu output itu memenuhi spesifikasi dan toleransi yang ditetapkan oleh bagian disain produk yang disebut dengan kualitas disain harus berorientasi pada kebutuhan pasar.

Pengertian Pengendalian (skripsi dan tesis)



     Pengendalian adalah sebuah lingkaran yang dimulai dan berakhirannya dengan perencanaan (Shigeru, 1994). Lingkaran pengendalian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.
a. Plan (P)  : Menetapkan sebuah rencana atau standar untuk mencapai sasaran.
b. Do (D)     : Melaksanakan rencana atau pekerjaan yang telah ditetapkan
c. Check (C) : Mengukur dan menganalisis hasil yaitu pengecekan.
d. Action (A) : Melakukan perbaikan yang perlu apabila hasil tidak sesuai rencana semula.
     Keempat langkah ini merupakan proses pengendalian. Tidak ada salah satu dari langkah ini yang secara sendirian mewujudkan pengendalian, karena pengendalian adalah menyambung langkah – langkah ini menjadi sebuah proses yang berkelanjutan.
     Pengendalian merupakan salah satu dari fungsi menejemen. Dengan adanya pengawasan diharapkan penyimpangan-penyimpangan dapat dikurangi ataupun dihilangkan sama sekali. Tujuan dari pengendalian adalah untuk merealisasikan rencana seevektif mungkin sehingga dapat menekan penyimpangan yang terjadi sampai batas minimum yang telah ditentukan.
Jadi pengendalian adalah tindakan yang perlu dilakukan untuk menjamin tercapainya tujuan dengan jalan mengadakan pemeriksaan yang dimulai bahan yang diinginkan atau standar yang telah ditentukan.

Focused Quality (skripsi dan tesis)



Focused Quality adalah kualitas terfokus. Kualitas selalu berhubungan erat dengan pelanggan. Dengan demikian pelayanan diberikan bertujuan untuk memenuhi keinginan dari pelanggan atau konsumen.
Focused Quality merupakan bagian dari Total Quality Management (TQM). Focused Quality ini disusun karena banyak sekali perusahaan yang menggunakan TQM tapi mulai menyimpang dan sering mengalami kegagalan. Sebagian kegagalan TQM dikarenakan mereka tidak memadukan usaha TQM dengan praktek manajemennya untuk mencapai sasaran bisnis yang strategis. Berikut ini adalah alasan pokok kegagalan dari TQM, diantaranya:
1.      Upaya yang dilakukan tidak terfokus. Artinya TQM dilaksanakan secara sporadic tanpa memperhatikan yang penting.
2.      Eksekutif senior tidak terlibat dalam manajemen mutu.
3.      Beberapa organisasi mempunyai visi dan misi tetapi tidak mempunyai disiplin untuk melaksanakannya (Brelin, dkk, 1997).
Untuk mencegah hal tersebut maka lahirlah Focused Quality dengan dasar pemikiran bahwa prakarsa mutu harus diarahkan untuk memperbaiki proses yang mempunyai dampak terbesar pada apa yang harus terjadi kalau suatu organisasi ingin mencapai sasarannya.